Senin, 04 April 2022

    Tokyo Revengers (bahasa Jepang東äșŹćăƒȘăƒ™ăƒłă‚žăƒŁăƒŒă‚ș HepburnTƍkyƍ Manji Ribenjāzu) adalah sebuah seri manga shƍnen Jepang yang ditulis dan diilustrasikan oleh Ken Wakui. Manga ini dimuat berseri dalam majalah Weekly Shƍnen Magazine terbitan Kodansha sejak bulan Maret 2017, dan telah dibundel menjadi tujuh belas volume tankƍbon.

    Adaptasi berupa film laga hidup (live-action) dijadwalkan untuk dirilis di Jepang pada bulan Oktober 2020




Plot :

    Takemichi adalah seorang lelaki pengangguran berusia 26 tahun. Dia baru mengetahui bahwa gadis yang menjadi pacarnya ketika masih duduk di bangku SMP—satu-satunya gadis yang pernah dikencaninya—telah meninggal akibat ulah geng berandalan. Kemudian, setelah hampir mati tertabrak kereta, dia menyadari bahwa dirinya kembali ke masa lalu saat dia masih duduk di bangku SMP. Takemichi bersumpah untuk mengubah masa depan dan menyelamatkan gadis itu. Demi melakukannya, dia bertujuan untuk naik ke puncak geng berandalan paling brutal di wilayah Kanto.



    The X-Men adalah serangkaian film-film superhero yang berasal dari Amerika dan berdasarkan cerita fiksi kumpulan superhero dengan nama yang sama, yang awalnya muncul dalam serial buku komik yang diciptakan oleh Stan Lee dan Jack Kirby dan diterbitkan oleh Marvel Comics. 20th Century Fox memperoleh hak pembuatan film untuk seluruh karakter pada tahun 1994, dan setelah banyak pemilihan konsep, Bryan Singer terpilih untuk menyutradarai X-Men (2000) dan sekuelnya, X2 (2003), sementara Brett Ratner yang menyutradarai X-Men: The Last Stand (2006).

    Setelah masing-masing film memperoleh pendapatan box office yang lebih tinggi dari film pendahulunya, beberapa film sempalan mulai dirilis, X-Men Origins: Wolverine (2009), X-Men: First Class (2011) dan The Wolverine (2013). X-Men: Days of Future Past, sebuah sekuel untuk X-Men: The Last Stand dan X-Men: First Class, yang dirilis pada tahun 2014. diikuti Deadpool dan X-Men: Apocalypse pada tahun 2016.

    X-MenX2X-Men: First ClassX-Men: Days of Future Past dan beberapa film sempalan The Wolverine dan Deadpool dimana semuanya mendapat review positif, dengan X-Men: Days of Future Past sebagai film mendapat penerimaan terbaik di dalam serial tersebut. Dalam kasus X-Men dan X2, para kritikus dengan khusus menyorot kesan realistis dan subteks kedua film tersebut, mengenai diskriminasi dan intoleransi, sementara Deadpool dikritik mengenai interpretasi yang "setia" dari sumber bahan dan untuk R rating film tersebut. X-Men: The Last StandX-Men Origins: Wolverine dan X-Men: Apocalypse menemui review yang beragam dari para kritikus.

    Dengan sembilan film yang telah dirilis, seri film X-Men menempati urutan ketujuh waralaba film terlaris, dengan total pendapatan lebih dari US$4,3 miliar di seluruh dunia. Hal ini akan terus berlanjut dengan perilisan film Wolverine ketiga, berjudul Logan, pada tahun 2017.


DAFTAR FILM :


X-Men (2000)

Film ini memperkenalkan karakter Wolverine dan Rogue kedalam konflik antara kelompok X-Men binaan Profesor Xavier dan Brotherhood of Mutants, yang dipimpin oleh Magneto. Magneto bermaksud untuk mengubah para pemimpin dunia di dalam sebuah konfrensi PBB menjadi mutan dengan mesin yang telah ia ciptakan, agar tericipta penerimaan untuk kaum mutan, tapi Xavier menyadari bahwa mutasi dengan cara paksa ini hanya akan mengakibatkan kematian bagi mereka.

Pada tahun 1994, 20th Century Fox dan produser Lauren Shuler Donner membeli hak pembuatan film untuk X-Men.[1] Andrew Kevin Walker dipekerjakan untuk menulis naskah dan James Cameron menyatakan minatnya untuk menyutradarai.[2] Pada akhirnya, Bryan Singer dikontrak untuk menjadi sutradara pada bulan juli 1996. Meskipun dia bukan seorang penggemar buku komik, Singer terpesona oleh analogi dari prasangka dan diskriminasi yang X-Men tawarkan.[1] John LoganJoss WhedonEd SolomonChristopher McQuarrie dan David Hayter adalah orang-orang yang menulis naskahnya, dengan Hayter sebagai penerima kredit tunggal.[1][3] Pengambilan gambar dasar dimulai pada bulan September 1999 di TorontoKanada dan berakhir pada bulan Maret 2000.[4] Dan akhirnya film ini dirilis pada tanggal 14 juli 2000.

X2 (2003)

Dalam film tersebut, Kolonel William Stryker mencuci otak dan mengintrogasi Magneto yang sedang berada di dalam penjara tentang alat pencari mutan milik Profesor Xavier, Cerebro. Stryker menyerang X-Mansion, dan mencuci otak Xavier untuk menentukan lokasi setiap mutan di planet ini agar dapat membunuh mereka semua. Para X-Men harus bekerjasama dengan Brotherhood untuk mencegah rencana genosida berskala dunia milik Stryker.

Hayter dan Zak Penn dipekerjakan untuk menulis naskah mereka sendiri untuk sekuel yang akan Singer pilih, dengan rencana agar film ini dapat dirilis pada bulan Desember 2002.[5][6] Michael Dougherty dan Dan Harris dikontrak untuk menulis ulang naskah pada bulan Februari 2002, yang menghasilkan sekitar 26 draft dan 150 on-set.[7] Pengambilan gambar dasar dimulai pada bulan Juni 2002 di Vancouver, Kanada dan berakhir pada bulan November 2002. Film ini dirilis pada 2 Mei 2003.[5]

X-Men: The Last Stand (2006)

Dalam film tersebut, sebuah perusahaan farmasi telah mengembangkan obat yang dapat menean gen mutan, yang menyulut kontroversi dalam komunitas para mutan. Magneto menyatakan perang pada manusia dan mengambil senjatanya sendiri: Phoenix, yang dibangkitkan dari mantan anggota X-Man, Jean Grey. Pertempuran akhir antara X-Men (sekarang dipimpin oleh Storm) dan Brotherhood akhirnya terjadi, dan Wolverine harus menerima bahwa untuk menghentikan Jean Grey, ia harus membunuhnya.

Singer awalnya diharapkan untuk meproduksi film ini berturut-turut dengan film keempat, meskipun akhirnya ia keluar pada tahun 2004 untuk menyutradarai Superman Returns.[8][9] Penn dan Simon Kinberg dikontrak pada bulan berikutnya. Salah satu cerita Astonishing X-Men milik Whedon "Gifted", dan sebuah obat yang dapat menyembuhkan mutasi akhirnya disarankan sebagai alur cerita utama dalam film ini. Matthew Vaughn ikut bergabung sebagai direktur pada bulan februari 2005,[10] namun mengundurkan diri karena jadwal produksi yang dipercepat.[11] Brett Ratner kemudian dikontrak sebagai direktur pada bulan Juni.[12] Pengambilan gambar awal dimulai pada bulan Agustus 2005 di Vancouver, Kanada, dan berakhir di Januari 2006.[13] film ini dirilis pada 26 Mei 2006.

X-Men Origins: Wolverine (2009)

Film ini adalah prekuel dan sebuah spin-off yang berfokus pada karakter Wolverine dan hubungan-nya dengan saudara tirinya Victor Creed, dan juga tentang saat-saat dia bergabung dengan Tim X milik Stryker, sebelum dan sesaat sesudah kerangka tubuhnya disatukan dengan logam adamantium yang tidak dapat dihancurkan.

David Benioff dipekerjakan untuk menulis skenario untuk film spin-off Wolverine pada bulan Oktober 2004.[14] Hugh Jackman menjadi produser serta pemeran, dan bekerja dengan Benioff untuk naskahnya.[15] Ratner dinegosiasikan oleh studio untuk menjadi sutradara dalam Wolverine setelah menyutradarai X-Men: The Last Stand, tapi tidak ada kesepakatan yang terjadi.[16] Pada bulan juli 2007, Gavin Hood dipekerjakan sebagai sutradara. Pengambilan gambar utama dimulai pada bulan januari 2008 di Queenstown, Selandia Baru dan selesai pada bulan Mei.[17] film ini dirilis pada tanggal 1 Mei 2009.

X-Men: First Class (2011)

Film ini adalah prekuel yang umumnya berlatar belakang pada tahun 1962 selama Krisis Rudal Kuba, dan berfokus pada hubungan antara Charles Xavier dan Erik Lehnsherr, dan asal-usul kelompok mereka masing-masing yaitu X-Men dan Brotherhood.[18]

Pendapat awal Produser Lauren Shuler Donner tentang prekuel berdasar dari X-Men muda selama produksi X2, dan kemudian produser Kinberg menyarankan kepada 20th Century Fox sebuah adaptasi dari seri buku komik X-Men: First Class.[19][20] Singer menandatangani kontrak untuk menyutradarai film pada bulan Desember 2009, namun, pada bulan Maret 2010, diumumkan bahwa Singer akan menjadi produser alih-alih menjadi sutradara.[21] Vaughn, yang sebelumnya menyutradarai X-Men: The Last Stand, akhirnya menjadi sutradara, dan bekerjasama menulis naskah akhir dengan partner penulisnya Jane Goldman.[20] Film ini menggantikan film X-Men Origins: Magneto yang sebelumnya direncanakan, dan Writer's Guild of America arbitration masih memberikan apresiasi untuk penulis Magneto, Sheldon Turner untuk naskah film tersebut.[22] Pengambilan gambar dimulai pada bulan Agustus 2010 di LondonInggris dan selesai pada bulan Desember. Film ini dirilis pada tanggal 3 Juni 2011.

The Wolverine (2013)

Berlatar belakang setelah peristiwa X-Men: The Last Stand, film ini menampilkan Wolverine yang sedang dalam perjalanan ke Jepang untuk bertemu kembali dengan seorang prajurit bernama Ichirƍ Yashida yang hidupnya ia selamatkan bertahun-tahun sebelumnya. Wolverine harus melindungi cucu Ichiro-- Mariko Yashida dari segala macam ninja dan Yakuza pembunuh.[23][24]

Christopher McQuarrie, yang akhirnya tidak mendapat kredit untuk karyanya pada X-Men, dipekerjakan untuk menulis skenario untuk film kedua Wolverine pada bulan Agustus 2009.[25] Darren Aronofsky terpilih untuk mengarahkan film ini, meskipun akhirnya mundur, dengan pernyataan bahwa proyek ini akan membuat dia pergi dari Amerika terlalu lama.[26] James Mangold kemudian dipilih untuk menyutradarai film ini.[27] Mark Bomback kemudian disewa untuk menulis ulang naskah McQuarrie.[28] Pengambilan gambar dimulai pada bulan Agustus 2012 di Sydney, Australia dan berakhir di bulan November.[29] film ini dirilis pada 26 juli 2013.[30]

X-Men: Days of Future Past (2014)

Berlatar belakang beberapa tahun setelah peristiwa The Wolverine, film ini menampilkan para pemeran asli trilogi X-Men, dan X-Men: First Class.[31] Alur cerita terinspirasi dari komik X-Men "Days of Future Past" ciptaan Chris Claremont dan John Byrne, menceritakan tentang Wolverine yang pergi melintasi waktu kembali ke tahun 1973 untuk mencegah pembunuhan dimana, jika dilakukan, akan mengarah pada penciptaan sistem senjata baru yang disebut Sentinel yang mengancam keberadaan mutan — dan juga berpotensi untuk semua umat manusia.[32]

Matthew Vaughn sudah siap untuk mengarahkan film, tetapi mundur pada bulan oktober 2012 untuk lebih berfokus pada film Kingsman: The Secret Service.[33] Singer, yang mensutradarai dua film X-Men yang pertama dan memproduseri X-Men: First Class, menggantikan Vaughn selaku sutradara film tersebut.[34] Dengan skenario ditulis oleh Kinberg.[35] Pengambilan gambar dimulai pada bulan April 2013 di Montreal, Kanada dan berakhir pada bulan Agustus.[36] film ini dirilis pada 23 Mei 2014.[37]

Deadpool (2016)

Di dalam film ini, mantan mata-mata Pasukan Khusus Wade Wilson mengalami percobaan yang memberinya kemampuan baru. Ia mengadopsi alter ego Deadpool untuk memburu pria yang hampir menghancurkan hidupnya.[38]

Pada Mei 2000, Marvel Studios berusaha untuk memproduksi film Deadpool sebagai bagian dari perjanjian distribusi dengan Artisan Entertainment.[39] Namun, pada tahun 2004, Marvel sedang mengembangkan film dengan New Line Cinema. David S. Goyer ditetapkan untuk menulis dan menjadi sutradara dan ia menginginkan aktor Ryan Reynolds sebagai pemeran utama, tetapi kehilangan minat dalam beberapa bulan untuk mendukung proyek-proyek lainnya.[40][41][42] 20th Century Fox memperoleh hak pembuatan film Deadpool tahun berikutnya setelah New Line menjual hak film tersebut dalam perjanjian "Turnaround", dan sedang dalam pertimbangkan film spin-off untuk pengembangan film X-Men Origins: Wolverine, dengan Reynolds sebagai pemeran.[40] Setelah kesuksesan pada pekan penayangan X-Men Origins: Wolverine di bulan Mei 2009, Fox meminjamkan Deadpool kepada penulis dengan Donner bertindak sebagai produser.[43] Rhett Reese dan Paul Wernick disewa untuk menulis naskah pada januari 2010.[44] Robert Rodriguez dikirim rancangan skenario berikut juni, tapi tidak tertarik, dan Adam Berg muncul sebagai pesaing utama sebagai sutradara.[45][46] Pada bulan April 2011, spesialis efek visual Tim Miller terpilih sebagai sutradara.[47] Pengambilan gambar dimulai pada bulan Maret 2015 di Vancouver, Kanada dan selesai pada bulan Mei.[48][49] film ini dirilis pada 12 Februari 2016 dengan kesuksesan kritik dan komersiil.[50]

X-Men: Apocalypse (2016)

Di dalam film ini diceritakan, En Sabah Nur, mutan pertama dan terkuat terbangun setelah ribuan tahun. Merasa kecewa terhadap dunia ini ia Membentuk dan merekrut tim yang beranggotakan mutan-mutan sakti untuk melenyapkan umat manusia dan menciptakan sebuah tatanan dunia baru, dimana dia akan memerintah. Saat nasib Bumi diujung tanduk, Raven, dengan bantuan dari Profesor X, harus memimpin X-Men untuk menghentikan musuh bebuyutan mereka dan menyelamatkan umat manusia dari kehancuran.[51]

Pada desember 2013, Singer mengumumkan film X-men yang akan datang sebuah film berjudul X-Men: Apocalypse, sekuel X-Men: Days of Future Past. Disutradarai oleh Singer dengan skenario yang ditulis oleh Simon Kinberg, Dan Harris, dan Michael Dougherty, alur cerita film ini diisukan akan lebih berfokus pada asal-usul mutan.[52][53] Kinberg mengatakan bahwa film ini akan berlatar belakang pada tahun 1983 dan akan melengkapi trilogi yang dimulai oleh X-Men: First Class.[54][55] Pengambilan gambar dimulai pada bulan April 2015 di Montreal, Kanada dan selesai pada bulan Agustus.[56][57] film ini dirilis pada 27 Mei 2016 di Amerika Utara.[58]




Deadpool 2

  • Pada satu momen, Wade Wilson alias Deadpool ingin menciptakan satu keluarga yang harmonis bersama kekasihnya Vanessa (Morena Baccarin). Takdir berkata lain, Wade Wilson alias Deadpool tidak bisa melakukannya bersama Vanessa. Sosok Deadpool yang awalnya jenaka dan penuh semangat, berganti menjadi sosok yang frustasi dan galau sehingga sesegera mungkin mengakhiri keabadiannya. Colossus yang kini menjaga sekolah mutan milik Charles Xavier mencoba menyelamatkan Deadpool dari nasbnya yang tengah menyedihkan. Berbagai cara tetap dilakukan Colossus untuk mengajak Deadpool menjadi bagian dari X-Men. Namun, tetap saja Deadpool yang sedang tidak bersemangat enggan menerima ajakan dari Colossus dengan gaya nyelenehnya. Deadpool akhirnya mau menerima ajakan Colossus ketika mereka menemukan Russell (Julian Dennison) mutant yang masih kecil, namun berbahaya karena tidak mampu mengontrol kekuatannya. Pada saat akan menyelamatkan Russell, Deadpool yang sedang galau, kehilangan kendali dan membuat dirinya harus masuk penjara bersama Russell karena dianggap sebagai mutant yang berbahaya. Di lain tempat Nathan Summer alias Cable (Josh Brolin) datang dari masa depan. Misinya satu, mencari mutant yang telah menghabisi seluruh keluarganya. Misi itu tertuju pada salah satu mutant yang berada di penjara yang sama dengan Deadpool. Penjara bernama Ice Box, dirancang khusus untuk para mutant jahat. Cable datang dan mencoba merusak demi mencapai misinya. Deadpool menjadi tidak nyaman dan berusaha memberontak serta melawan Cable. Sayangnya Deadpool tidak bisa melawan Cable sendirian. Meskipun mampu bebas dari penjara, ternyata sosok Cable yang datang dari masa depan, jauh memiliki senjata dan kemampuan bertarung yang lebih baik dari Deadpool. Sampai pada akhirnya Deadpool membuka lowongan pekerjaan bagi siapa saja yang akan bergabung bersamanya untuk menghadang Cable. X-Force, nama tim baru yang berisikan karakter mutan bernama Domino (Zazie Beetz), Zeitgeist ( Bill SkarsgĂ„rd), Bedlam (Terry Crews), Shatterstar (Lewis Tan) dan Vanisher (Brad Pitt) datang untuk menyelamatkan mutant dari incaran Cable.

 Salah satu kegiatan paling favorit untuk mengisi waktu luang adalah bermain game. Namun tentu kita ingin main game dengan praktis, tanpa repot, dan gratis. Apakah bisa? Tentu saja bisa. Kali ini kita akan bahas seputar game gratis yang bisa kamu mainkan langsung di internet.

Untuk memainkan game di internet, ada berbagai cara yang bisa kita gunakan. Beberapa di antaranya misal:

  • Memainkan game yang tersedia untuk handphone, misalkan game untuk Android, game untuk iOS, atau game untuk PC. Dengan cara ini, kita perlu melakukan unduhan dan instalasi dulu terhadap gamenya. Tentu tak masalah bagi yang memang suka memainkan game tersebut.
  • Memainkan game yang sudah tersedia secara langsung di internet.
  • Memainkan game yang sudah kita beli terlebih dahulu. Misalkan game yang kita beli di Play Store, game yang kita beli di Steam, dan sebagainya.

Inilah cara-cara main game secara gratis dan langsung di internet.

Yuk Manfaatkan Situs Game Online Gratis

Kamu bisa memanfaatkan situs game online gratis yang sudah tersedia di internet. Dengan memakai website ini, kamu bisa langsung main game tanpa harus download. Jadi bisa main game tanpa download terlebih dahulu. Beberapa contoh situs game yang bisa kamu gunakan misalnya:

  • Games.co.id.
  • Permainan.co.id.
  • Onlinegame.co.id.
  • Girlsgogames.co.id.

Selain bisa bermain secara gratis, pilihan game yang tersedia juga sangat banyak. Jadi kamu tidak akan bingung hendak bermain game apa. Misalkan situs Games.co.id menyediakan berbagai pilihan game dengan banyak kategori. Contoh kategori gamenya misalnya:

  • Game balap,
  • Game multiplayer,
  • Game teka teki,
  • Game petualangan,
  • Game olahraga,
  • Dan lainnya.


Kamu tinggal buka websitenya, lalu masuk ke halaman game yang ingin dimainkan. Agar bisa memainkan game-game yang tersedia, pastikan web browser memenuhi kriteria ya.

Sementara itu, kalau kamu cek website Girlsgogames.co.id, kamu bisa menemukan berbagai pilihan game untuk anak perempuan. Game-game seperti: berdandan, kecantikan, petualangan, memasak dapat dengan mudah kamu temukan di situs web ini.

Bagaimana, kamu tertarik mencoba?







    Marvel Cinematic Universe (MCUbahasa IndonesiaJagat Sinematik Marvel) adalah media waralaba Amerika Serikat dan jagat bersama (shared universe) yang berpusat pada serangkaian film pahlawan super, yang diproduksi secara mandiri oleh Marvel Studios, dan yang didasarkan pada karakter-karakter yang muncul dalam buku-buku komik Amerika terbitan Marvel Comics. Waralaba telah diperluas untuk mencakup buku-buku komik, film pendek, serial televisi dan seri digital. Waralaba ini juga memproduksi buku komik, film pendek, serial televisi, dan seri digital. jagat bersama ini, yang mirip dengan Marvel Universe asli yang digambarkan dalam buku komik, dibuat dengan melakukan persilangan (crossover) pada unsur alur, latar, pemain, dan karakter yang sudah umum.

    Film yang pertama kali dirilis di MCU adalah Iron Man (2008), yang memulai Fase Satu dari seri film tersebut, yang berpuncak pada film persilangan The Avengers (2012). Fase Dua dimulai dengan Iron Man 3 (2013), dan diakhiri dengan Ant-Man (2015). Fase Tiga dimulai dengan Captain America: Civil War (2016), dan diakhiri dengan Spider-Man: Far From Home (2019). Tiga fase pertama dalam waralaba ini secara kolektif disebut sebagai The Infinity Saga (har. "Saga Ketakterbatasan"). Fase Empat dimulai dengan Black Widow (2021) dan akan ditutup dengan Thor: Love and Thunder (2022).

    Marvel Television memperluas jagat ini ke televisi berjaringan dengan serial Marvel's Agents of S.H.I.E.L.D. di ABC pada tahun 2013–2014, diikuti oleh penyiaran daring dengan serial Marvel's Daredevil di Netflix pada tahun 2015 dan Marvel's Runaways di Hulu pada tahun 2017, serta ke televisi kabel dengan Marvel's Cloak & Dagger, di Freeform pada tahun 2018. Marvel Television juga telah menghasilkan seri digital Marvel's Agents of S.H.I.E.L.D.: Slingshot. Marvel Studios juga merambah ke penyiaran daring dengan Disney+ untuk acara tie-in ("sampingan"), yang diawali dengan The Falcon and the Winter Soldier pada tahun 2020, bersama dengan Helstrom di Hulu, yang merupakan warisan dari Marvel Television setelah ditutup dan digabung ke Marvel Studios. Album musik tema juga dirilis untuk seluruh film dan sebagian besar seri televisi, serta album kompilasi yang berisi musik yang ada di film MCU. MCU juga memiliki koleksi komik tie-in yang diterbitkan oleh Marvel Comics, sementara Marvel Studios juga telah menghasilkan serangkaian film pendek direct-to-video dan kampanye pemasaran viral untuk seri film dan jagat tersebut dengan program berita palsu WHIH Newsfront.

    Waralaba ini telah mencapai kesuksesan secara komersial dan umumnya mendapat tanggapan positif dari kritikus, meskipun beberapa pengulas menemukan bahwa beberapa film dan serial televisi MCU yang telah dirilis mengalami penurunan kualitas demi menciptakan jagat MCU yang lebih luas. Meski begitu, waralaba ini telah mengilhami banyak studio film dan televisi lain yang memiliki hak adaptasi karakter buku komik tertentu untuk mencoba membuat jagat bersama yang mirip. MCU juga telah menjadi fokus untuk berbagai media lain, di luar jagat MCU, seperti wahana-wahana atraksi di taman bermain milik Disney Parks, Experiences and Products, sebuah wahana di Discovery Times Square, pameran Galeri Seni Modern di Brisbane, dua acara televisi spesial, buku panduan untuk setiap film, permainan video Lego, beberapa video game sampingan, dan iklan.